Kamis, 29 Maret 2018

PRESTASI BELAJAR

                                              
Menurut Hamalik (1992) belajar mengandung pengertian terjadinya perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk juga perbaikan perilaku. Hilgard dan Browser (dalam Hamalik,1992:45) menyatakan bahwa belajar adalah sebagai perubahan dalam perbuatan melalui kreativitas, praktik, dan pengalaman.
Relevan dengan Hamalik (1992), Sardiman (1990:2)  menyatakan bahwa belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan seperti dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan lain sebagainya. Sementara itu, Barlow (1985) menyatakan belajar adalah proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif.
Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus (rangsangan) dan respon (tanggapan). Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia dapat menunjukkan perubahan pada tingkah lakunya.
Menurut teori ini, hal yang paling penting adalah input (masukan) yang berupa stimulus dan output (keluaran) yang berupa respon. Apa yang tejadi diantara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Teori ini lebih mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal yang penting untuk melihat terjadinya perubahan tungkah laku tersebut. Faktor lain yang juga dianggap penting adalah faktor penguatan. Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Bila penguatan diitambahkan maka respon akan semakin kuat. Begitu juga bila penguatan dikurangi maka respon pun akan dikuatkan. Jadi, penguatan merupakan suatu bentuk stimulus yang penting diberikan (ditambahkan) atau dihilangkan (dikurangi) untuk memungkinkan terjadinya respon.
Pengertian menurut para ahli tersebut menunjukkan bahwa belajar adalah seuatu kegiatan yang terkait erat dengan perubahan tingkah laku. Istilah perubahan ini bukan berarti semua perubahan dalam arti belajar. Banyak sekali perubahan dalam diri individu tetapi bukan karena proses belajar.
Prestasi belajar sebagaimana tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:895), Prestasi balajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai yang diberikan oleh guru.
Sedangkan menurut para ahli dapat kita uraikan berikut ini:
1.      Winkel (Sunarto, 2012) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Dengan demikkan, prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.
2.      Arif Gunarso (Sunarto, 2012) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar. Prestasi dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar.
3.      Muhibbin Syah (2004:141) menyatakan bahwa Prestasi belajar adalah alat ukur yang digunakan untuk menentukan taraf keberhasilan sebuah proses belajar mengajar atau untuk menentukan taraf keberhasilan sebuah program pengajaran.
Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil kegiatan yang telah dikerjakan atau diupayakan dengan jalan ketekunan dan keuletan dalam menciptakan suatu hasil kerja yang baik. Dimana prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian prestasi belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Salah satu indikator terjadi perubahan dalam diri siswa sebagai prestasi belajar      di sekolah dapat dilihat melalui nilai yang diperoleh siswa pada akhir semester.
A.    Indikator Prestasi Belajar
Pengungkapan prestasi belajar meliputi segala ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Pencapaian prestasi belajar merujuk kepada aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Oleh karena itu, ketiga aspek tersebut harus menjadi indikator prestasi belajar. Namun, demikian pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah, khususnya ranah afektif sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan prestasi belajar itu ada yang bersifat intangible (tidak dapat diraba). Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data prestasi belajar siswa adalah garis-garis besar indikator dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur. Di bawah ini adalah tabel yang menunjukan jenis, indikator dan cara evaluasi belajar:

                Tabel 1 : Jenis Indikator dan Cara Evaluasi Prestasi
Ranah/Jenis Prestasi
Indikator
Cara Evaluasi
A. Ranah Kognitif


1.      Pengamatan
1.      dapat menunjukkan
2.      dapat membandingkan
3.      dapat menghubungkan
1.      tes lisan
2.      tes tertulis
3.      observasi
2.      Ingatan
1.      dapat menyebutkan
2.      dapat menunjukan kembali
1.      tes lisan
2.      tes tertulis
3.      observasi
3.    Pemahaman
1.      dapat menjelaskan
2.      dapat mendefinisikan dengan lisan sendiri
1.      tes lisan
2.      tes tertulis
4.    Penerapan
1.      dapat memberikan contoh
2.      dapat menggunakan secara tepat
1.      tes tertulis
5.    Analisis (pemeriksaan dan pemilahan secara teliti)
1.      dapat menguraikan
2.      dapat mengklasifikasikan
1.      tes tertulis
2.      pemberian tugas
6.    Sintesis (membuat panduan baru dan utuh)
1.      dapat menghubungkan
2.      dapat menyimpulkan dapat   menggeneralisasi
1.      tes tertulis
2.      pemberian tugas
B. Ranah Afektif


1.      Penerimaan
1.      menunjukan sikap menerima
2.      menujukan sikap menolak
1.      tes tertulis
2.      tes skala sikap
3.      observasi
2.      Sambutan

1.      kesediaan berpartisipasi/ 
terlibat
2.      kesediaan    memanfaatkan
1.      tes tertulis
2.      tes skala sikap
3.      observasi
3.      Apresiasi (sikap menghargai)
1.      menganggap penting dan bermanfaat
2.      menganggap indah dan
harmonis
3.      mengagumi
1.      tes skala
penilaian/sikap
2.      pemberian tugas
3.      observasi
4.      Internalisasi (pendalaman)
1.      mengakui dan  meyakini
2.      mengingkari
1.      tes skala sikap
2.      pemberian tugas
ekspresif (yang
menyatakan sikap)   dan proyektif  (yang
menyatakan
perkiraan ramalan)
5.      Karakteristik (penghayatan)
1.      melembagakan atau
meniadakan
2.      menjelmakan dalam pribadi dan perilaku sehari-hari
1.      pemberian tugas
ekspresif dan proyektif
2.      observasi
C. Ranah Psikomotor


1. Keterampilan
    bergerak dan bertindak
Mengkoordinasikan
gerak mata, tangan, kaki
dan anggota tubuh
lainnya
1.      observasi
2.      tes tindakan
2. Kecakapan ekspresi
    verbal dan nonverbal
1.      mengucapkan
2.      membuat mimik dan
gerakan jasmani
1.      tes lisan
2.      observasi
3.      tes tindakan

Keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar dapat diketahui dengan melaksanakan suatu penilaian dengan cara mengevaluasi siswa. Dengan mengadakan penilaian tersebut seorang guru akan mengetahui sejauh mana keberhasilan siswanya dalam melakukan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa evaluasi belajar merupakan bagian integral dari proses belajar.

Banyak manfaat yang diambil dari evaluasi belajar, antara lain untuk mengetahui kesulitan, kekurangan dan kelebihan siswa, mendapat umpan balik dari kegiatan belajar mengajar dan mengambil keputusan apakah siswa sudah memenuhi kriteria atau belum. Hasil dari evaluasi belajar tersebut adalah prestasi belajar. Prestasi belajar siswa tersebut diwujudkan dalam bentuk nilai.

A. Indikator Prestasi 
        Pengungkapan prestasi belajar meliputi segala ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Pencapaian prestasi belajar merujuk kepada aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Oleh karena itu, ketiga aspek tersebut harus menjadi indikator prestasi belajar. Namun, demikian pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah, khususnya ranah afektif sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan prestasi belajar itu ada yang bersifat intangible (tidak dapat diraba). Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data prestasi belajar siswa adalah garis-garis besar indikator dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur. Di bawah ini adalah tabel yang menunjukan jenis, indikator dan cara evaluasi belajar:  
B. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prestasi Belajar
         
         Prestasi yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi, baik dalam diri siswa maupun luar diri siswa. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar menurut Muhibbin Syah (2008:132), yaitu:
  1. Faktor internal (faktor dari dalam diri individu), meliputi keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa.
  1. Faktor eksternal (faktor dari luar diri individu), meliputi kondisi lingkungan sekitar siswa. 
  1. Faktor pendekatan belajar (approach to learning) yaitu jenis upaya belajar siswa (kebiasaan) yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi pelajaran.

    Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dari segi lingkungan sekolah menurut Slameto (2010:64), yaitu:
    1. metode mengajar;
    2. kurikulum;
    3. relasi guru dengan siswa;
    4. relasi siswa dengan siswa;
    5. disiplin sekolah;
    6. alat pelajaran;
    7. waktu sekolah;
    8. standar pelajaran diatas ukuran;
    9. keadaan gedung;
    10. metode belajar;
    11. tugas rumah.
    Lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Slameto (2010:60), menyatakan siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga. Diantaranya adalah berupa:
    1. cara orang tua mendidik;
    2. relasi antaranggota keluarga;
    3. suasana rumah;
    4. keadaan ekonomi keluarga;
    5. pengertian orang tua;
    6. latar belakang kebudayaan.
    Faktor-faktor di atas saling berinteraksi secara langsung dalam mempengaruhi prestasi belajar siswa, maka sangat diperlukan lingkungan yang baik dan kesiapan dalam diri siswa yang meliputi strategi, metode serta gaya belajar, agar dapat memberi pengaruh terhadap prestasi belajar yang akan dihasilkan.

DAFTAR PUSTAKA
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Sunarto. 2012. Pengertian prestasi belajar. Fasilitator idola (online). Tersedia : http://sunartombs.wordpress.com/2009/01/05/pengertian-prestasi-belajar/      (1 April 2012)
Slameto. 2010. Belajar dan Faktorfaktor yang Mempengaruhinya.Jakarta : Rineka Cipta.
Syah, Muhibbin. 2004. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT.Remaja Rosda karya.
Djamarah, Syaiful Bahri.2011. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Tohirin. 2011. Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penerbit: PT.
Rajagrafindo Persada.
Hamalik, O (1992). Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung:Eresco.
Sardiman,AM. (1990).Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Cetakan II. Jakarta Rineka Cipta.
Ahmadi, H. Abu dan Supriyono, Widodo. (2013). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LINGUISTIK SEBAGAI DISIPLIN ILMU

A.   Pengertian Bahasa Bahasa adalah salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia, karena bahasa senanti...